Detail Berita
Ustadzah Rizqie Ajak Siswa SD IT Annida Sokaraja Jadi Pemenang Sejati Lewat Tema “4 Tips Mengendalikan Emosi”
Upacara dimulai dengan sapaan ramah dan tanya kabar dari pembina upacara kepada seluruh peserta. Suasana hangat pun tercipta di tengah barisan peserta upacara yang tampak rapi, tertib, dan bersemangat. Petugas upacara yang merupakan siswa-siswi pilihan juga melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan percaya diri, mendapat apresiasi langsung dari pembina upacara.
Dalam amanatnya, Ustadzah Rizqie membuka dengan tepuk “wow” yang menghidupkan semangat seluruh peserta. Beliau kemudian menyampaikan pesan yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari para peserta didik, yaitu bagaimana mengendalikan emosi agar menjadi pribadi yang kuat dan bijak.
Beliau mengawali dengan pertanyaan reflektif,
“Apa sesuatu yang paling dekat dengan kita? Ya, betul — Emosi!”
Ustadzah Rizqie menjelaskan bahwa emosi adalah perasaan yang ada di hati kita, bisa berupa senang, sedih, marah, kecewa, atau bahkan bahagia. Namun, yang membedakan seseorang yang dewasa dan bijak adalah bagaimana ia mengendalikan emosi tersebut.
Beliau kemudian membagikan 4 Tips Mengendalikan Emosi, yaitu:
1. Tarik napas pelan-pelan dan istighfar. Saat hati mulai panas, berhentilah sejenak. Mengambil napas dalam dan beristighfar akan membantu menenangkan jiwa.
2. Berpikir sebelum bertindak. Hitung sampai sepuluh, pikirkan akibat dari setiap tindakan yang ingin dilakukan. Jangan biarkan amarah mengambil alih kendali diri.
3. Berdoa kepada Allah SWT. Hanya dengan memohon pertolongan kepada Allah, hati bisa kembali tenang dan jernih dalam mengambil keputusan.
4. Mengetahui waktu yang tepat. Tidak semua hal perlu direspons saat itu juga. Kadang, diam sejenak adalah bentuk kebijaksanaan.
Beliau menutup amanatnya dengan sebuah kutipan penuh makna yang menggugah hati peserta:
“Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam perkelahian, tapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”
Pesan tersebut seolah menjadi tamparan lembut bagi para peserta didik untuk lebih belajar mengontrol diri, terutama di lingkungan sekolah yang penuh dinamika sosial.
Upacara berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Para peserta tampak antusias dan terinspirasi oleh pesan-pesan yang disampaikan. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan hari ini bukan sekadar teori, tetapi menjadi bekal berharga dalam membentuk generasi Annida yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia.
Sebagai penutup, Ustadzah Rizqie mengingatkan,
“Jadilah anak-anak yang kuat bukan karena fisikmu, tapi karena hatimu yang mampu menahan diri dan memilih kebaikan di saat emosi ingin mengambil alih.”
Dengan tema yang menyejukkan dan pesan yang menyentuh, upacara Senin kali ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga momentum pembelajaran karakter yang mendalam — mengajarkan bahwa mengendalikan emosi adalah tanda kedewasaan dan kemenangan sejati.