Relawan Generasi Cerdas Season 2 dan Ananda Inklusi Belajar Kreatif di Pertemuan Ke-4: Melipat, Berkreasi, dan Bereksperimen Penuh Ceria!
Sokaraja, Jum’at (24 Oktober 2025) — Aula lantai 3 SD IT Annida Sokaraja kembali dipenuhi tawa ceria dan semangat belajar luar biasa dari para Relawan Generasi Cerdas Season 2 (Regen C S-2) bersama ananda Inklusi. Pertemuan ke-4 kali ini menjadi momen yang sangat inspiratif, menggabungkan pembelajaran, kreativitas, dan kebersamaan dalam suasana yang penuh kehangatan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Koordinator Inklusi, Ustadzah Rully Widiarini, S.KM. Dalam arahannya, beliau menyampaikan pesan mendalam kepada para relawan dan peserta didik inklusi.
“Setiap pertemuan bukan sekadar kegiatan rutin, tapi adalah langkah kecil menuju kemandirian dan keberanian anak-anak kita. Hari ini, kita belajar bahwa melipat baju, menempel kapas, atau bahkan bereksperimen dengan lilin bukan hal sederhana — itu semua melatih koordinasi, kreativitas, dan kesabaran. Teruslah berproses, karena setiap karya yang kalian buat adalah bentuk cinta pada diri sendiri dan dunia sekitar,” ujar Ustadzah Rully dengan penuh semangat dan ketulusan.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran kelompok yang terbagi menjadi dua sesi utama: Kelompok 1 dan Kelompok 2, masing-masing dengan materi yang seru dan menantang.
👕 Kelompok 1 belajar melipat baju sebagai bentuk latihan kemandirian, kemudian menempel kapas putih sebagai rambut pada gambar seorang nenek, mengasah motorik halus dan imajinasi anak. Tak kalah menarik, mereka juga melakukan eksperimen ilmiah sederhana dengan menulis menggunakan lilin di atas kertas, lalu menorehkannya dengan pewarna makanan hingga tulisan tersembunyi muncul seperti sulapan! Kegiatan ini disambut antusias dan penuh rasa ingin tahu.
Sebagai penutup sesi, anak-anak diajak bermain ice breaking dengan permainan ular tangga, mempererat kebersamaan sambil belajar sportifitas.
🎨 Kelompok 2 juga tak kalah kreatif. Mereka mengawali kegiatan dengan senam tangan 6 langkah mencuci tangan, dipandu iringan musik ceria. Gerakan sederhana namun edukatif ini mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri. Setelah itu, mereka berkreasi membuat anyaman dari kertas origami menggunakan piring plastik — melatih koordinasi tangan dan fokus visual.
Keseruan bertambah dengan senam tari kelinci sebagai ice breaking yang membuat suasana makin hidup. Puncaknya, anak-anak belajar teknik kolase dengan pelepah pisang, menempelkan batang pelepah yang telah diberi pewarna ke gambar burung merak. Hasilnya? Karya seni menakjubkan dengan motif alami dari serat pelepah yang membentuk sayap merak berwarna indah.
Suasana belajar diisi dengan semangat, tawa, dan kerja sama. Relawan Generasi Cerdas dengan penuh kesabaran mendampingi ananda inklusi, menciptakan interaksi yang hangat dan bermakna.
Di akhir kegiatan, Ustadzah Rully kembali mengapresiasi dedikasi para relawan dan kreativitas ananda inklusi.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya memberi pengalaman baru bagi anak-anak, tetapi juga mengasah empati, kreativitas, dan kepekaan sosial bagi para relawan. Inilah makna sejati dari belajar bersama — tumbuh bersama,” tutup beliau dengan senyum hangat.
Dengan berakhirnya pertemuan ke-4 ini, semangat kolaborasi antara Relawan Generasi Cerdas dan Ananda Inklusi semakin kuat. Semua peserta pulang dengan wajah bahagia, membawa pelajaran berharga tentang kemandirian, kreativitas, dan kebersamaan.